Memory 1 (27-11-2008)

Ceritaku ini terinspirasi dari memori cewek yang katanya sering dipanggil Chinese. Ceritaku berawal ketika aku masih TK. Aku adalah anak bungsu dari 3 bersaudara. Pada waktu itu pendidikan di TK dijalani selama 2 tahun, abang dan kakakku juga menyelesaikannya dalam waktu 2 tahun. Hanya aku yang menjalani 1 tahun dan langsung masuk SD. Ibuku berkata : “Tidak apa-apa, nanti kalau tidak naik kelas dua, anggap aja TK 2 tahun”. Hal ini aku ketahui 5 tahun yang lalu ketika aku sudah kelas 2 SMA, betapa kagetnya aku ketika tahu orangtuaku meremahkan kecerdasanku. Sayangnya perkiraan mereka meleset, kelas 1-2 SD aku mendapat rangking 5 besar. Kelas 3 dan seterusnya aku selalu menduduki 3 besar, rasakan !! hehehehe !!!!

Setelah tamat SD, kami 3 bersaudara dikirim ke Kalimantan Selatan untuk meneruskan pendidikan. (kalau menurutku sih itu dibuang biar mereka bebas bekerja di rumah). Oh ya, aku asli Riau, jauh banget kan ! aku dan abangku dimasukkan ke pesantren untuk belajar ilmu agama dan dual language, bahasa Arab dan Inggris. Sedangkan kakakku masuk IAIN Antasari, Banjarmasin. Tidak sampai satu tahun aku dan abangku pindah dari Barabai ke Banjarmasin dan bergabung dengan kakakku karena tidak tahan dengan penyakit  khas pesantren. Setahun kemudian, kakakku stres dan lari ke Jakarta untuk jadi model dan ditawari untuk bermain sinetron. Abangku juga stres sehingga lebih banyak bermain daripada belajar. Aku juga tidak tahan dengan pembuangan ini dan melampiaskan stresku dengan menjadi anak yang paling nakal, walaupun prestasi belajarku tidak menurun.

Tidak lama kemudian orangtuaku langsung menjemput kami dan kakakku ditahan di Jakarta di tempat sepupu. Aku ditawari oleh ortu untuk masuk pesantren lagi atau pulang ke rumah. Tentu saja aku ingin pulang, trauma dengan penyakitnya walaupun pada saat itu sudah sembuh total. Setelah itu, kami bersaudara kembali ke tanah kelahiran dan meneruskan pendidikan disana. 4 tahun kemudian kakakku lulus S1 dan jualan pulsa di rumah, aku melanjutkan ke MAN di kampungku dengan nilai terbaik di MTs itu. Yeah !!!!

3 tahun kemudian aku lulus dan melanjutkan ke Jogja, pilihanku sendiri setelah melalui pertarungan yang dahsyat dengan ortuku yang menginginkan aku kuliah di Mesir atau Malaysia. Awalnya aku tidak begitu suka dengan ortuku yang telah membuang jauh diriku yang masih ingusan dan meremehkan kemampuanku, tapi akhirnya setelah di Jogja aku sadar kalau mereka sayang banget sama aku. I Love you all !!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s