Memory 5 (22-4-2009)

hari ini aku akan bercerita tentang pacar pertamaku yang menurutku merupakan cewek paling cantik diantara semua mantan-mantanku… kulitnya putih bersih dengan tinggi 160cm saat ini, tubuhnya berisi, bibir yang tipis dan lesung pipi yang indah.. kalau teman-teman pernah nonton serial drama jepang yang berjudul My Madonna, dia mirip sekali dengan aktris bintang utamanya. Yah, malam ini aku akan bercerita tentang dia yang sangat ku sesali telah meninggalkannya….

Cerita ini berawal pada saat aku baru beranjak ke kelas 3 SMA. Ketenaranku pada saat kelas 2 membuatku banyak dikenal oleh adik-adik kelas. Salah satunya seorang cewek, sebut saja namanya Laila, anak kelas 2 lokal ketiga, atau bahasa kerennya anak dua tiga. Dia sering duduk di depan kelasku karena memang disitu tempat peristirahatan yang nyaman. Aku sering memperhatikannya dan bertanya pada teman sekelasku tentang dia. Kebetulan salah satu temenku merupakan mantannya waktu SMP dan dia cerita banyak kepadaku. Awalnya aku hanya tertarik saja, tidak punya niat apa-apa kepada laila.

Tapi pada suatu pagi ketika aku lagi pengen iseng sama adik kelas, aku bertabrakan dengan laila di depan kantin. Hal itu tidak sengaja terjadi karena waktu itu aku sedang berjalan sambil mikir. Ketika tabrakan berlangsung, aku langsung minta maaf kepadanya, dan ketika aku sadar bahwa dia yang ada di depanku, langsung aja timbul ide jahilku. Setelah minta maaf aku langsung nembak laila yang direspon dengan ekspresi kaget karena selama ini aku jarang sekali berbicara dengannya. Dia cuma berkata ”haa.. apa..??” aku ulangi sekali lagi sambil menyodorkan jari kelingking, “mau ndak jadi pacarku?” dalam keadaan yang masih terkejut dia langsung menjawab iya dan menyambut jari kelingkingku. “okey.. makasih” lanjutku dan kamipun berpisah.

Siang harinya ketika dia dia sedang duduk di depan kelasku, aku menghampirinya dan berkata padanya “aku belum pernah pacaran, jadi mau tak kau ajari aku gimana caranya berpacaran” dia tersenyum kepadaku (berrrrrrrr… segar euy liatnya) dan bilang “iya”. “aku serius ni, mau ndak jadi pacarku?” lanjutku sambil menyodorkan jari kelingking. “iya, aku mau” jawabnya sambil mengaitkan jari kelingkingnya di jari kelingkingku yang sudah menunggu.

Yups, setelah siang itu kami jadi sering jalan bareng, maem bareng, sering berduaan di sekolah dan tiap hari minggu aku ngapel ke kosnya pake sepeda. Teman-temanku langsung kasih support kepadaku begitu tau aku pacaran dengannya, kecuali satu orang, tentu saja itu memel yang menatapku dengan penuh kebencian dibalik senyum hampanya. Hari-hari yang kami lalui begitu indah dan laila mengajariku banyak hal. Tapi sayang, masuk semester 6 aku harus belajar ekstra untuk menghadapi ujian kelulusan dan jarang berkomunikasi dengannya. Sejak itu hubungan kami mulai renggang dan pada saat aku pergi ke jogja, aku tidak mengucapkan apa-apa padanya. Aku lupa padanya hingga pada tahun kedua aku di jogja dia menghubungiku dan menanyakan kabarku. Saat itu aku tersadar dan benar-benar menyesal telah meninggalkannya. Penyesalan memang selalu datang terlambat dan ku lihat long distance memang tidak cocok buat kami berdua.

Setelah itu, tiap pulkam aku selalu menyempatkan diri untuk berkunjung ke rumahnya yang terletak di suatu desa di kampungku, kira-kira 45 menit perjalanan dengan menggunakan sepeda motor. Dan terakhir aku mengunjunginya pada lebaran 2008 kemaren, dia masih menyambutku dengan ramah, tapi tidak semanja pada saat kunjunganku pada lebaran 2007. Aku bertanya apakah dia sedang ada masalah, dia hanya menjawab kalau dia lagi bermasalah dengan pacarnya yang sekarang. Aku pun menggodanya dengan mengatakan “wah, setelah kuliahmu selesai kayaknya aku akan dapat undangan pernikahan ni…” dia menjawab dengan lesu, “entahlah, aku belum pasti menikah dengannya”. Jawaban yang mengundang ku rasa, seolah-olah harapan itu masih ada walaupun diantara kami berdua sudah tidak ada apa-apa lagi. Mungkin itu hanya perasaanku saja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s