Memory 6 (17-7-2009)

Hari ini aku akan bercerita tentang someone missing in the past yang telah berhasil ku lupakan semua kenangan manis tentangnya 4 tahun yang lalu, dan ku ingat semua pelajaran yang ku dapat selama bersamanya. Sebut saja namanya Welly, welly handayeni begitu dia mengenalkan namanya kepadaku pada Agustus 2004 yang lalu. Dia adalah cewek kedua yang jadi objek penelitianku tentang perasaan wanita, karena dia orangnya sensitif, selalu bertindak dan berpikir menurut perasaannya. Sedangkan aku pada saat itu orangnya rasio, selalu berpikir dan bertindak menurut akalku. Dan dia cewek pertama yang ku coba mencintai dia apa adanya, karena dari perkenalan sampai setahun pacaran kami tidak pernah bertemu, alias cuma komunikasi lewat hape. Karena kami tinggal berlainan kota, tetapi masih satu provinsi.

Cerita ini berawal pada Agustus 2004, saat itu kelasku mendapatkan sebuah koran remaja lokal. Di dalamnya banyak dibahasa tentang kegiatan remaja dan prestasi yang mereka raih. Ketika membaca koran itu aku mendapatkan sebuah comment dari seorang cewek lengkap dengan nomor hapenya. Ku coba untuk mc dan ternyata nomornya aktif. Karena iseng, ku coba untuk kirim sms nyasar dan mendapatkan balasan. Kemudian kami berkenalan dan smsan setiap hari. Dia mengatakan padaku kalo dia orangnya biasa saja, dengan tinggi 160cm dan kulit yang bersih. Tapi aku tidak pernah terlalu memikirkan hal tersebut.

Pasca lebaran, kami akhirnya jadian. Bagiku, ini adalah kesempatan untuk menguji diriku, apakah aku bisa mencintai seseorang apa adanya tanpa harus melihat fisik, hanya melihat dari kepribadian yang ditunjukkan kepadaku. Seperti layaknya orang pacaran via hape, kami terus berhubungan lewat sms dan telpon. Setiap hari, hampir tidak ada waktu yang kami lewatkan tanpa sms satu sama lain. Terkadang ketika ada permasalahan, kami bertengkar. Dan ketika tidak ada yang mengalah, kami putusan. Besoknya kami balikan lagi dan itu terus berulang selama setahun. Aku sendiri tidak tau sudah berapa kali kami putus nyambung.

Teman-temanku yang perhatian padaku seringkali menasehatiku agar jangan terlalu percaya pada pacarku, karena menipu orang lain akan terasa lebih mudah lewat sms. Aku hanya bisa menjawab “Biarlah dia melakukan apa yang diinginkannya. Yang namanya kebenaran pasti akan terlihat, sehebat apapun manusia menyembunyikannya”.

Welly mengaku kalo dia punya saudara kembar yang bernama felly fujiandani dan saudara kembarnya ini sering menjawab dan membalas smsku. Semua berjalan alami, pernah suatu kali kami bermasalah dan dia mengancam akan bunuh diri kalau aku tidak memenuhi permintaannya. Dan hal ini terus berlanjut, ketika kami sedang ada permasalahan, welly tidak membalas smsku dan tidak menjawab telponku. Tidak lama kemudian felly memberi tau kalau welly masuk rumah sakit karena minum racun dan di tangannya ada beberapa sayatan. Aku tidak habis pikir kenapa dia bisa berbuat seperti itu. Selama dia di rumah sakit, aku terus menemaninya lewat hape dan sms hingga dia sembuh. Aku juga minta maaf atas perbuatanku kemarin dan berharap dia tidak mengulangi perbuatannya itu.

Pertengahan 2005, aku ke jogja untuk melanjutkan kuliah. Hubungan kami tetap berjalan baik. Pada bulan puasa, ketika ulang tahunku sudah dekat, dia memberikan hadiah yang sangat luar biasa. Pada awalnya aku merasa aneh dengan tingkah lakunya akhir-akhir ini. Sejak aku di jogja, dia sering mengirimkan puisi-puisi yang dulu jarang sekali dilakukannya. Dan sepertinya aku juga mengenal bentuk puisi itu, susunan kata-katanya tidak asing bagiku. Dan aku teringat pada temenku sewaktu masih di SMA, sebut saja namanya Indra. Dia suka membuat puisi dan memang dikenal sebagai pujangga di kelasku. Welly dan indra memang berteman baik, dan saat itu indra juga melanjutkan kuliahnya di kota tempat tinggal welly. Aku menjadi curiga dan akhirnya ku tanyakan beberapa hal kepada welly dan bagaimana hubungannya dengan indra.

Setelah bersusah payah, akhirnya pada malam ultahku, welly mengaku kalau dia pacaran dengan indra. Ketika hati sudah mencintai, tidak ada yang paling menyakitkan selain tau bahwa orang yang dicintai mempunyai hubungan intim dengan orang lain. Lalu aku teringat ketika masih duduk di kelas 2. Aku pernah menantang teman sekelasku, “siapa yang bisa membuat aku sakit hati, dialah yang paling hebat”. Dan indra adalah orang yang sangat ingin membuatku sakit hati. Ketika aku masih bermain dengan memel, dia terus berusaha merebut memel dariku, tapi hal itu tidak pernah terjadi, bahkan memel terus melaporkan setiap hal yang dilakukan indra kepadanya.

Sekarang semua telah berubah, sejak awal 2005 aku tau cinta ini bukanlah cinta yang ku cari, ini hanyalah penebusan dosaku pada masa SMA dan penelitianku tidak akan sempurna kalau aku tidak merasakan sakit hati. Malam itu adalah malam ultahku yang paling berkesan dan aku mendapatkan hadiah yang tidak pernah ku duga. Selain mengaku kalo mereka pacaran, welly juga cerita tentang malam sebelum indra pulkam. Sebelum mereka berpisah, mereka menyempatkan diri untuk berciuman dan berpelukan. Aku marah dan merasa sesak di dadaku. Mungkin ini berlebihan, tapi perlu waktu tiga hari untuk meredam emosiku saat itu dan hal tersebut membuatku susah untuk bernapas.

Welly akhirnya meminta maaf dan berjanji akan memutuskan indra plus tidak akan mengulangi perbuatannya. Dia membujukku dengan mengatakan bahwa lebaran nanti dia akan datang ke kampungku dan kami akan bertemu utuk pertama kalinya. Aku pun berpikir sejenak, “lebih baik aku ikuti maunya dia, paling tidak aku bisa melihat wajahnya dan ketika bertemu lagi suatu saat kelak, aku bisa mengenalinya dan menjauh darinya”. Aku pun mengabulkan permintaannya dan kami tetap pacaran.

Lebaran dia datang dan kami jalan-jalan keliling kampungku. Saat itu kebenaran terlihat dengan jelas. Dia tidak secantik yang dikatakannya, bahkan jauh banget dari mantanku. Aku juga memperhatikan tangannya yang mulus, tidak ada bekas sayatan sama sekali. Aku hanya tertawa dan berkata dalam hati “sekarang tidak ada lagi alasan untuk bersama denganmu lagi welly”. Dia hanya sehari di kampungku dan pulang lagi esok harinya. Seminggu kemudian aku balik ke jogja untuk melanjutkan kuliah.

Setelah kejadian tersebut, aku berpacaran dengan setengah hati. Aku menunggu alasan untuk meninggalkannya. November 2005, alasan itu datang. Dengan bantuan temannya, aku memaksa welly untuk mengaku kalau dia masih berpacaran dengan indra. Awalnya dia mengelak, tetapi setelah aku bicara langsung dengan indra, welly akhirnya mengaku. Aku merasa senang sekali dan langsung memutuskan hubungan kami tanpa berpikir panjang. Welly meminta maaf dan memohon agar aku mau balikan lagi padanya. Tetapi aku tidak menerima dia lagi. Hingga saat kesabarannya sudah habis, dia mengancam akan menyantetku. Aku hanya tertawa dan mengatakan “diatas segalanya, aku masih punya Tuhan yang selalu melindungiku”. Dia marah dan memaki-maki aku, telingaku menangkap sebuah makian yang bukan hanya ditujukan kepadaku, tetapi juga kepada orang tuaku. Akupun hanya bisa menjawab “kau sudah membuatku benar-benar membencimu wel, selamat tinggal”.

Sejak saat itu aku tidak pernah perduli lagi padanya bahkan hingga saat ini aku tidak tau bagaimana kabarnya. Aku dan indra juga tidak pernah bertemu lagi, seolah-olah indra menjauhiku. Banyak pelajaran yang ku dapat dari hubunganku dengan welly, aku jadi bisa merasakan perasaan orang lain dan berpikir dengan akal serta memutuskan sesuatu dengan perasaan. Satu hal yang ku tau tentang welly, kekurangannya cuma satu, TIDAK ADA KELEBIHAN.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s