Mukjizat Yesus Dalam Bible dan Isa Dalam Al-Qur’an

Yesus-4

A.      Pendahuluan

Yoshua dalam bahasa Ibrani dari golongan Yahudi, Yesus dalam bahasa Romawi dari golongan Kristen, dan Isa dalam bahasa Arab dari golongan umat Islam merupakan sosok figur yang mendunia. Segala hal tentang kehidupannya merupakan sebuah hal yang luar biasa.

Sejak kelahiran hingga kematiannya, Yesus merupakan sosok yang istimewa. Lahir dari seorang ibu yang tidak pernah bersentuhan dengan laki-laki, menjadikan ia dipuja-puja sebagai Tuhan yang menjelma dalam wujud manusia.

Dalam Urantia Book[1], Yesus diceritakan sebagai titisan dari Michael, seorang pencipta dan penguasa dari alam semesta Nebadon dimana bumi masuk di dalamnya. Oleh karena itu, ia merupakan sosok yang luar biasa di mata manusia bumi dengan segala kemampuannya yang tidak bisa dicerna oleh akal manusia.

Keistimewaan Yesus/Isa terwujud dalam dua kitab suci agama besar di dunia, yaitu Bible dan Al-Qur’an. Para pengikut agama tersebut meyakini bahwa keistimewaan ini adalah sebuah mukjizat yang merupakan tanda kebesaran Tuhan yang ditunjukkan dalam diri Yesus/Isa.

Oleh karena itu, penulis mencoba untuk mengungkapkan mukjizat-mukjizat apa saja yang dimiliki oleh Yesus atau Isa yang terdapat dalam dua kitab suci tersebut. Selain itu, penulis juga menyebutkan perihal kehidupan Isa dari sudut pandang Urantia Book yang memuat secara lengkap kisah kehidupannya.

B.       Sejarah Kehidupan Yesus

Tanggal kelahiran Yesus hingga saat ini masih menjadi kontroversi baik di kalangan sejarawan maupun teolog. Michael Hart mengatakan bahwa tidak ada pengetahuan pasti tentang kapan kelahiran Yesus itu sendiri.[2] Dalam Injil sinoptik lebih banyak menceritakan tentang kronologi kelahirannya daripada waktu kelahiran itu sendiri.

Dalam Injil Matius disebutkan bahwa Yesus dilahirkan di Betlehem, Yudea, pada masa raja Herodes, sekitar tahun ke-6 SM. Sedangkan dalam Injil Lukas dijelaskan bahwa Yesus lahir pada masa pemerintahan kaisar Augustus, pada masa itu terjadi sensus penduduk dan Maria mengikuti suaminya Joseph ke Betlehem dan disana ia melahirkan Yesus.

Menurut Leith Anderson, Jesus dilahirkan antara tahun 6-4 SM, ketika Joseph dan Mary sedang melakukan perjalanan dan mampir di Baitlehem.[3] Dalam buku Urantia dijelaskan bahwa Jesus lahir pada siang hari tanggal 21 Agustus tahun 7 SM, dengan bantuan seorang wanita yang ikut dalam rombongan perjalanan mereka. Pada hari kedelapan setelah kelahirannya ia dibaptis dan diberi nama Yoshua sesuai dengan tradisi kaum Yahudi pada umumnya.[4]

Lebih lanjut dijelaskan bahwa pada tanggal 21 Agustus, 29 Mei, 29 September dan 5 Desember 7 SM terjadi sebuah peristiwa yang luar biasa, yaitu Jupiter dan Satusnus berada di satu garis konjungsi dalam rasi bintang Pisces. Peristiwa ini seringkali diartikan sebagai kelahiran bintang penyelamat atau kelahiran Yesus dalam teologi Kristen.[5]

Masa Kecil

Pada pertengahan Oktober 6 SM, Joseph dan Maria pergi dan menetap ke Alexandria, Mesir. Hal ini dilakukan untuk menghindari pasukan yang dikirim oleh raja Herodus yang mencari-cari bayi yang disebut-sebut sebagai raja Yahudi. Disana Joseph bekerja sebagai tukang kayu dan bangunan dari modal yang diberikan oleh Zacharia, sedangkan Maria dan Yesus tinggal di tempat saudara Joseph.[6]

Pada Agustus 4 SM, Yesus dan keluarga kembali ke Betlehem dan tinggal disana hingga akhir September. Pada bulan Oktober mereka berangkat ke Nazaret bersama rombongan dengan berjalan kaki selama empat hari. Pada umur 4 tahun, Yesus memiliki seorang adik yang diberi nama James yang lahir pada tanggal 2 April 3 SM. Yesus begitu senang memiliki adik dan menantikan aktivitas yang akan dilakukan oleh adiknya tersebut. Pada bulan Juli 3 SM, sebuah wabah menyebar di Nazaret dan Maria membawa kedua anaknya pindah ke luar kota untuk menghindari wabah penyakit tersebut dan tinggal disana selama dua bulan.[7]

Pada umur 5 tahun, Yesus menerima pencerahan dan kesadaran tentang keistimewaan yang ada pada dirinya. Tepat pada tanggal 11 Februari 2 SM, Yesus menyadari segala keistimewaan yang ada pada dirinya, sebagai seorang penguasa dan orang yang memiliki pengetahuan yang luas tentang alam semeta.[8]

Pada tanggal 11 Agustus 2 SM, Yesus bergembira dengan kelahiran adik perempuannya yang bernama Miriam sehingga pada besok harinya ia berbicara banyak hal tentang kehidupan manusia secara individual kepada bapaknya Joseph. Kehidupan Yesus hingga ia berusia 10 tahun berada dibawah penjagaan orangtuanya dimana ia banyak belajar tentang pengetahuan dan moral.[9]

Menjelang umur 6 tahun, Yesus telah menguasai dialek Galilea dengan menggunakan bahasa Aramaic. Disamping itu, ia juga belajar bahasa Yunani dari Joseph. Hal ini menjadi penting karena buku-buku tentang ilmu pengetahuan yang ia terima sebagai hadiah dari gurunya sewaktu tinggal di Mesir menggunakan bahasa Yunani. Pada musim panas 1 SM, Zakaria dan isterinya datang mengunjungi Yesus dan mempertemukan Yesus dengan anaknya Yahya (John). Setelah kedatangan Yahya, Yesus mulai memperlihatkan ketertarikannya tentang sejarah Israel termasuk ritual keagamaan yang dilaksanakan oleh umat Yahudi. Yesus juga menghadiri perayaan yang diadakan oleh umat Yahudi walaupun tidak mengerti sepenuhnya makna dari ritual tersebut.[10]

Pada tahun itu juga Yesus mulai beribadah dengan caranya sendiri yang membuat orangtuanya menjadi khawatir, akan tetapi ia banyak belajar tentang cara bergaul dan aturan-aturan rumah tangga sehingga menjadi disiplin dan beradab ketika bersikap kepada orang lain. Disamping itu ia juga mempelajari tentang bunga dan tanaman pada siang hari dan mempelajari bintang-bintang pada malam hari.[11]

Pada umur 7 tahun, Yesus mulai memasuki kehidupan sekolah di Nazaret pada bulan Agustus. Ia juga mendapatkan seorang adik laki-laki yang bernama Joseph yang lahir pada tanggal 16 Maret 1 M. Ia tidak mengalami banyak kesusahan selama berada di sekolah karena sudah menguasai dua bahasa yaitu Aramaic dan Yunani baik dari segi tulisan maupun bacaaannya. Selama tiga tahun ia menempuh pendidikan di sekolah dasar Nazaret Synagogue. Di sekolah ini ia mempelajari buku hukum yang tertulis dalam bahasa Ibrani. Ia kemudian melanjutkan ke sekolah lanjutan dan mempelajari hukum-hukum tersebut dengan menghapalnya hingga ia lulus dengan mendapatkan gelar “son of commandement”, yaitu gelar kehormatan yang diberikan kepada orang Yahudi pada saat itu.[12]

Pada umur 8 tahun, Yesus belajar matematika dari seorang guru yang berasal dari Damaskus. Disini ia mempelajari dan mendalami pengetahuan tentang angka-angka, jarak, dan ukuran-ukuran. Pada tahun ini ia juga mempelajari musik dengan belajar bermain harpa dan vokal. Pada umur 11 tahun ia sudah menguasai alat musik harpa tersebut.[13]

Pada bulan Februari 2 M, Nahor, seorang guru dari Akademi Yerussalem datang untuk melihat perkembangan Yesus sebagai pengganti dari Zakaria. Ia terkejut melihat perkembangan Yesus dalam bidang agama dan hukum Yahudi. Ia kemudian mendatangi Joseph dan Maria untuk meminta izin membawa Yesus belajar di Yerussalem. Akan tetapi hal ini gagal terlaksana karena Yesus lebih memilih untuk tinggal bersama orangtuanya di Nazaret. Pada tanggal 14 April, adik laki-laki Yesus yang ketiga lahir dan diberi nama Simon.[14]

Pada umur 9 tahun, Yesus ditemukan sedang menggambar seorang gurunya dengan menggunakan arang pada lantai sekolah. Hal ini menyebabkan Joseph diminta untuk datang ke sekolah untuk mempertanggungjawabkan perbuatan Yesus. Pada tahun ini juga adik perempuannya yang kedua lahir dan diberi nama Martha pada tanggal 13 September. Menjelang umur 13 tahun, Yesus membantu pamannya bertani dan juga belajar tentang pertanian.[15]

Pada tanggal 5 Juli 4 M ketika Yesus sedang berkeliling kampung dengan ayahnya, ia mendapatkan perasaan dan ide (pencerahan) tentang misi dalam hidupnya. Ia menceritakan hal tersebut kepada ayah dan ibunya seiring dengan bertambahnya wahyu yang ia terima. Pada tahun ini juga ketika ia berusia 10 tahun, Yesus menjadi pemimpin dari kelompok anak-anak Nazaret. Pada tahun ini juga ia belajar memancing dengan pamannya di laut Galilee dan menjadi ahli dalam memancing. Walaupun pada awalnya ia tertarik untuk menjadi seorang pemancing, akan tetapi kemudian ia terpengaruh oleh pekerjaannya sebagai seorang tukang kayu.[16]

Pada tanggal 24 Juni 5 M, anak ketujuh dari Maria lahir dan diberi nama Jude. Setelah melahirkan, Maria menderita penyakit yang cukup serius dan Yesus menyadari tentang tanggung jawab sebagai anak tertua dalam keluarga. Pada usia ke-11 ini Yesus mulai memperlihatkan sikap kritiknya terhadap tradisi Yahudi yang diperlihatkan Joseph bapaknya yang memandang sinis pada olahraga fisik. Akan tetapi hal ini tidak mempengaruhi kepribadiannya yang periang dan humoris. Disamping itu, ia juga menjadi sosok yang lebih dewasa dan bertanggung jawab terhadap keluarga dan juga tetap memikirkan misinya kepada dunia yang tidak harus terikat pada aturan dan tradisi Yahudi.[17]

Pada umur 12 tahun (6 M), Yesus mulai menjadi pemimpin diantara saudara-saudaranya. Ia menjadi sosok figur yang disenangi oleh adik-adiknya. Pada tahun ini juga orangtua Yesus menyadari bahwasanya ada sesuatu yang luar biasa yang tersimpan dalam diri anak tertuanya. Pada tahun ini Yesus lebih terfokus pada bidang musik dan mengajari adik-adiknya tentang berbagai hal.[18]

Pada umur 13 tahun, tepatnya pada tanggal 20 Maret 7 M, Yesus lulus dari sekolah Nazaret Synagogue dengan mendapatkan gelar kehormatan. Para gurunya memberi rekomendasi agar ia melanjutkan pendidikan ke Yerussalem dan belajar kepad rabbi disana. Pada awalnya Yesus tidak berniat untuk melanjutkan pendidikan, akan tetapi setelah mempertimbangkan berbagai hal, ia akhirnya berangkat ke Yerussalem pada tanggal 4 April 7 M.[19]

Ketika rombongan Yesus melewati desa kuno yang bernama Shunem, Yesus mendengar suara dari orang-orang Israel yang pernah hidup disana, dan juga ia mendengar cerita tentang Ilyasa (Elisha) yang pernah berdakwah disana. Selain itu, selama perjalanan ia juga mendengar kisah tentang terbunuhnya Saul oleh Daud dan beberapa tempat-tempat bersejarah lainnya.[20]

Ada sebuah kejadian menarik yang terjadi antara Yesus dan orangtuanya di sebuah kuil Yahudi di Yerussalem. Ketika Joseph menceritakan tentang azab Tuhan yang ditimpakan pada Bani Israel di masa lalu, Yesus menjawab dengan analogi yang menakjubkan. Yesus berkata:

“My father, it cannot be true – the Father in Heaven cannot so regard his erring children on earth. The Heavenly Father cannot love his children less than you love me. And I well know, no matter what unwise thing I might do, you would never pour out wrath upon me nor vent anger againts me. If you, my earthly father, posses such human reflection of the Divine, how much more must the heavenly Father be filled with goodness and overflowing with mercy. I refuse to believe that my Father in heaven loves me less than my father on earth.”[21]

Yesus terkejut dengan keadaan di sekitar kuil yang mencerminkan kurangnya norma sosial. Ia menemukan keadaan yang sangat tidak enak, dengan suara-suara yang lantang mengucapkan kata-kata yang tidak pantas disertai dengan makian, perlakuan terhadap hewan yang semena-mena dan ritual pengorbanan yang dilakukan oleh pedagang.[22]

Ketika mengikuti perayaan paskah umat Yahudi, Yesus merasa tidak nyaman dengan adanya korban persembahan. Ia berpikir bahwa Tuhan tidak akan merasa senang dengan pengorbanan tersebut dan mulai merencanakan perubahan dalam tradisi ini dimana perayaan paskah tanpa adanya penumpahan darah.[23]

Masa Remaja

Pada tahun 8 M ketika Yesus berusia 14 tahun, ia sudah menguasai tehnik membuat yoke (kuk) dan bekerja dengan baik pada kanvas dan bulu. Selain itu ia juga menjadi tukang kayu yang handal dan juga pembuat lemari. Pada musim panas ia sering mengunjungi lembah yang berada di sebelah barat daya Nazaret untuk melakukan meditasi dan ibadah. Ia juga semakin sadar akan anugerah yang ia miliki di dunia ini. Pad tanggal 25 September Joseph meninggal dalam sebuah kecelakaan dan semua usaha serta tanggung jawab dialihkan kepada Yesus.[24]

Pada tanggal 17 April 9 M adik Yesus yang ketujuh lahir ke dunia dan diberi nama Ruth. Pada masa ini Yesus memperlihatkan sikap dewasanya dengan menemani dan membantu ibunya merawat adik-adiknya. Pada usia ke-15 ini pula ia memformulasikan bacaan dan bentuk ibadahnya sebagai ciri dari kerasulannya yang kemudian dikenal dengan sebutan “The Lord’s Prayer”.[25]

Pada tahun 10 M ketika Yesus berumur 16 tahun, fisiknya mencapai pertumbuhan penuh. Ia menjadi seorang yang tenang dan serius, dia ramah serta bersimpati. Suaranya bernada tapi tegas, sapaannya ramah, ia menjadi teman yang penuh simpati dan guru yang tegas. Selain itu ia memiliki tubuh yang sehat dan proporsional, pikiran yang tajam, sikap yang santun, memiliki temperamen yang agresif sehingga membuat kepribadiannya menarik.[26]

Pada usia 17 tahun, tepatnya pada tahun 11 M, terjadi pemberontakan penduduk Yerussalem dan Judea terhadap kekaisaran Romawi. Hal ini kemudian berlanjut dengan terbentuknya gerakan nasionalis yang disebut Zealot. Yesus pada awalnya menolak untuk bergabung ke dalam gerakan tersebut, akan tetapi bujukan dari orangtua dan saudaranya membuat ia merasakan pengalaman pertama berorganisasi dan bertugas sebagai penasehat.[27]

Pada usia 18 tahun, Yesus membawa adiknya James ke kuil di Yerussalem untuk menghadiri perayaan paskah dan membaptis adiknya disana. Selain itu, ia juga menguasai kemampuan untuk menggerakkan semua kekuatan pikiran, jiwa, dan raga dalam melaksanakan tugas-tugasnya.[28]

Pada usia 19 tahun, Yesus mulai menerapkan kebijakan disiplin dalam keluarga, memberi teguran pada setiap kesalahan dan hukuman jika tidak mematuhi aturan serta mengajarkan praktek Sabbath dan ibadah lainnya dengan cara yang baru. Selain itu, ia juga menerima pernyataan cinta untuk pertama kali dari seorang gadis yang bernama Rebecca putri Ezra, seorang pedagang dari Nazaret. Akan tetapi Yesus lebih fokus pada kewajibannya sebagai seorang kepala rumah tangga dan seorang guru daripada memikirkan hubungan asmara.[29]

Pada usia 20 tahun, tepatnya pada perayaan paskah 14 M, Yesus berangkat ke Yerussalem untuk menghadiri perayaan paskah bersama Lazarus. Paskah tahun ini merupakan perayaan monumental dimana Yesus mengenalkan ritual baru yaitu mengganti persembahan hewan dengan roti dan anggur. Ini adalah ritual sacramental yang nantinya akan menjadi ritual resmi umat Kristiani di seluruh dunia. Pada usia ini juga Yesus memasuki masa kedewasaannya untuk melaksanakan misi dakwah dari Tuhan.[30]

Masa Dewasa

Pada usia 21 tahun, Yesus mulai memahami segala yang ada pada dirinya, kemampuan intelektual dan spiritualnya, tugas dan kewajiban yang diembannya serta misi yang harus dilaksanakan dalam kehidupan di dunia ini. Selain itu ia juga menyadari dualisme dirinya, seorang manusia biasa yang bertanggung jawab pada keluarga dan seorang yang suci yang diutus ke bumi untuk menyampaikan firman Tuhannya.[31]

Pada usia 22 tahun, Yesus mulai menyerahkan tanggung jawab keluarga kepada adiknya James dan melakukan perjalanan hingga ia diterima bekerja di Sepphoris. Selama bekerja disana, ia menerima banyak pelajaran tentang hidup dan mendapatkan pemahaman terhadap kehidupan orang kafir.[32]

Pada usia 23 tahun, tepatnya pada perayaan paskah 17 M, Yesus membawa adiknya Simon untuk menghadiri upacara Paskah di Yerussalem. Pada perayaan paskah ini, ia bertemu dengan seseorang dari Hellen (sebuah kota di Yunani) yang bernama Stephen. Mereka berdua mendiskusikan banyak hal dan Stephen merasa sangat tertarik pada ajaran Yesus. Ia menjadi pengikut Yesus dan meninggal ketika ia mengkritik ajaran dan tradisi Yahudi dimana pada saat itu ia berhadapan dengan Saul, yang nantinya dikenal sebagai Paul, pendiri ajaran Kristen.[33]

Pada tahun 18 M, Yesus menerima undangan untuk menghadiri konferensi yang diadakan oleh kaum Yahudi dari Alexandria pada bulan Juni di Caesarea. Pada konferensi tersebut, Yesus diminta untuk mengajarkan ajaran agamanya kepada umat Yahudi yang berada di Alexandria. Akan tetapi Yesus menolak dengan alasan waktunya belum tepat.[34]

Pada tahun 19 M, Yesus pergi ke Yerussalem untuk menghadiri perayaan paskah bersama adiknya Jude. Ketika tiba di Yerussalem, Jude terlibat perkelahian dengan tentara Romawi yang sedang mengawasi orang-orang Yahudi. Akibat dari pertengkaran ini, Yesus dan Jude tinggal di penjara hingga perayaan paskah berakhir. Ini adala paskah terakhir Yesus bersama keluarganya.[35]

Pada bulan November 20 M, dua adik Yesus menikah, yaitu James dengan Esta dan Miriam dengan Jacob. Setelah upacara pernikahan, Yesus berdiskusi dengan James tentang rencananya untuk meninggalkan Nazaret dan menyerahkan tanggung jawab rumah tangga sepenuhnya kepada James.[36]

Pada bulan Januari 21 M, Yesus pergi meninggalkan keluarganya di Nazaret. Dari Nazaret Yesus berangkat ke Tiberius kemudian ke Capernium setelah melewati Magdala dan Bethsaisa. Selama di Capernium, Yesus bekerja kepada Zebedee sebagai pembuat perahu. Ia menghabiskan waktu selama setahun bekerja disana dan akhirnya pulang pada bulan Oktober untuk menghadiri pernikahan adiknya. Selain itu ia juga mempelajari berbagai kehidupan sosial dari buku-buku yang ada di rumah peribadatan disana, ia juga ikut mengisi ceramah pada hari Sabbath.[37]

Setelah meninggalkan Capernium pada bulan Maret 22 M, Yesus berangkat ke Yerussalem untuk mempelajari agama Yahudi lebih mendalam. Disana ia mengunjungi berbagai sekolah pendeta Yahudi dan mengikuti ibadah hari Sabbath, terutama ibadah yang diadakan di Bethany. Setelah perayaan paskah, Yesus menyetujui permintaan saudagar dari India untuk menjadi pengajar bagi putranya dan sebagai penerjemah untuk urusan bisnisnya.[38]

Pada tanggal 26 April 22 M, Yesus dan rombongan dari India meninggalkan Yerussalem untuk melanjutkan perjalanan ke Mediterranean. Dari Yerussalem mereka berangkat ke Caesarea, kemudian naik perahu ke Alexandria. Dari Alexandria mereka berlayar menuju Kreta dan Chartage. Dari Chartage mereka menaiki perahu  menuju Naples, kemudian berangkat ke Capua hingga akhirnya tiba di Roma. Dari Roma mereka pergi ke Tarentum dan berlayar ke Athena. Setelah itu mereka pergi ke Ephesus dan berlayar ke Cyprus dan Antioch di Syria. Dari Antioch mereka melanjutkan perjalanan ke Sidon, Damascus, Mesopotamia, Babylonia, Susa, dan akhirnya mereka berpisah di Charax.[39]

Setelah mendapatkan banyak pelajaran tentang kehidupan dari berbagai tempat dan suku bangsa, Yesus kembali ke Nazareth untuk bertemu keluarganya. Pada April 24 M, Yesus berangkat ke Caspian. Dalam perjalanannya, Yesus berhenti di Urmia, sebuah kota tua di Persia. Disana ia mempelajari agama-agama yang ada di dunia dan disana pula ia memahami tentang konsep “Kerajaan Surga”.[40]

Sekembalinya dari Caspian, Yesus mempersiapkan diri untuk berangkat menuju Palestina. Pada bulan April 25 M, Yesus berangkat meninggalkan Nazaret menuju Palestina. Dalam perjalanan, ia bermeditasi di gunung Hermon selama seminggu dimana ia bertemu dengan Lucifer dan menang dalam diskusi yang panjang. Pada tanggal 14 Januari 26 M, Yesus dibaptis oleh John di lembah Yordania.[41]

Pada perayaan paskah berikutnya, Yesus meninggal di tiang salib setelah dikhianati oleh muridnya yang bernama Yudas Iskariot yang memberitahukan keberadaan Yesus kepada tentara Romawi.[42]

C.      Mukjizat Jesus dalam Bible

Di dalam Injil Perjanjian Baru banyak diceritakan tentang mukjizat Yesus. Mukjizat ini merupakan keistimewaan tersendiri yang membuktikan kebenaran wahyu yang disampaikannya dan sebagai bukti dari kepribadiannya yang istimewa yang berbeda dari orang Yahudi lainnya. Adapun mukjizat Yesus yang tertulis di dalam Bible antara lain:

Memberi Makan Ribuan Orang dengan Lima Potong Roti.

Dalam Injil Matius pasal 14 ayat 19-21 disebutkan:

“Lalu disuruhnya orang banyak itu duduk di rumput. Dan setelah diambilnya lima roti dan dua ikan itu, Yesus menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-muridnya, lalu murid-muridnya membagikannya kepada orang banyak. Dan mereka semua makan sampai kenyang. Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti yang sisa, dua belas bakul penuh. Yang ikut makan kira-kira lima ribu laki-laki, tidak termasuk perempuan dan anak-anak.”

Dalam Injil Markus pasal 6 ayat 41-44 disebutkan:

“Dan setelah ia mengambil lima roti dan dua ikan itu, ia menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-muridnya, supaya dibagi-bagikan kepada orang-orang itu; begitu juga kedua ikan itu dibagi-bagikannya kepada semua mereka. Dan semuanya makan sampai kenyang. Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti dua belas bakul penuh, selain daripada sisa-sisa ikan. Yang ikut makan roti itu ada lima ribu orang laki-laki.”

Dalam Injil Lukas pasal 9 ayat 14-17 disebutkan:

“Sebab disitu kira-kira ada lima ribu orang laki-laki. Lalu ia berkata kepada murid-muridnya: suruhlah mereka duduk berkelompok, kira-kira lima puluh orang sekelompok. Murid-murid melakukannya dan menyuruh orang-orang itu duduk. Dan setelah ia mengambil lima roti dan dua ikan itu, ia menengadah ke langit, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-muridnya supaya dibagi-bagikannya kepada orang banyak. Dan mereka semua makan sampai kenyang. Kemudian dikumpulkan potongan-potongan roti yang sisa sebanyak dua belas bakul.”

Dalam Injil Yohanes pasal 6 ayat 10-13 disebutkan:

“Kata Yesus: suruhlah orang-orang itu duduk. Adapun di tempat itu banyak rumput. Maka duduklah orang-orang itu, kira-kira lima ribu laki-laki banyaknya. Lalu Yesus mengambil roti itu, mengucap syukur dan membagi-bagikan kepada mereka yang duduk disitu, demikian juga dibuatnya dengan ikan-ikan itu, sebanyak yang mereka kehendaki. Dan setelah mereka kenyang ia berkata kepada murid-muridnya: kumpulkanlah potongan-potongan yang lebih supaya tidak ada yang terbuang. Maka merekapun mengumpulkannya, mengisi dua belas bakul penuh dengan potongan-potongan dari kelima roti jelai yang lebih setelah orang makan.”

Menyembuhkan Laki-laki yang Tuli dan Bisu.

Dalam Injil Markus pasal 7 ayat 32-35 diceritakan:

“Disitu orang membawa kepadanya seorang yang tuli dan gagap dan memohon kepadanya, supaya ia meletakkan tangannya atas orang itu. Dan sesudah Yesus memisahkan dia dari orang banyak, sehingga mereka sendirian, ia memasukkan jarinya ke telinga orang itu, lalu ia meludah dan meraba lidah orang itu. Kemudian sambil menengadah ke langit Yesus menarik napas dan berkata kepadanya: Efata!, artinya terbukalah maka terbukalah telinga orang itu dan seketika itu terlepas pulalah pengikat lidahnya, lalu ia berkata-kata dengan baik.”[43]

Menyembuhkan Anak Kecil dari Gangguan Roh Jahat.

Dalam Injil Lukas pasal 9 ayat 42-43 diceritakan:

“Dan ketika anak itu mendekati Yesus, setan itu membantingnya ke tanah dan menggoncang-goncangnya. Tetapi Yesus menegur roh jahat itu dengan keras dan menyembuhkan anak itu, lalu mengembalikan kepada ayahnya. Maka takjublah semua orang itu karena kebesaran Allah.”[44]

Menyembuhkan Wanita Bungkuk.

Dalam Injil Lukas pasal 13 ayat 12-13 diceritakan:

“Ketika Yesus melihat perempuan itu, ia memanggil dia dan berkata kepadanya: hai ibu, penyakitmu telah sembuh. Lalu ia meletakkan tangannya atas perempuan itu, dan seketika itu juga berdirilah perempuan itu, dan memuliakan Allah.”[45]

Menyembuhkan Orang yang Lumpuh.

Dalam Injil Lukas pasal 5 ayat 24-26 diceritakan:

“Berkatalah ia kepada orang lumpuh itu: kepadamu kukatakan, bangunlah, angkat tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu! Dan seketika itu juga bangunlah ia, di depan mereka, lalu mengangkat tempat tidurnya dan pulang ke rumahnya sambil memuliakan Allah. Semua orang takjub dan memuliakan Allah…”

Menyembuhkan Orang yang Buta.

Dalam Injil Lukas pasal 18 ayat 35-42 diceritakan:

“Waktu Yesus hampir tiba di Yerikho, ada seorang buta yang duduk di pinggir jalan dan mengemis. Waktu orang itu mendengar orang banyak orang yang lewat, ia bertanya: apa itu? Kata orang kepadanya: Yesus orang Nazaret lewat. Lalu ia berseru: Yesus anak Daud, kasihanilah aku! Maka mereka yang berjalan di depan, menegur dia supaya diam. Namun semakin keras ia berseru: anak Daud, kasihanilah aku! Lalu Yesus berhenti dan menyuruh membawa orang itu kepadanya. Dan ketika ia telah berada di dekatnya, Yesus bertanya kepadanya: apa yang engkau kehendaki supaya aku berbuat bagimu? Jawab orang itu: Tuhan supaya aku dapat melihat! Lalu Yesus berkata kepadanya: Melihatlah engkau, imanmu telah menyelamatkan engkau.”

Menghidupkan Orang yang Mati.

Dalam Injil Lukas pasal 7 ayat 12-15 diceritakan:

“Setelah ia dekat gerbang ibukota, ada orang mati diusung ke luar, anak laki-laki, anak tunggal ibunya yang sudah janda, dan banyak orang dari kota itu menyertai janda itu. Dan ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan, lalu ia berkata kepadanya: jangan menangis! Sambil menghampiri usungan itu ia menyentuhnya, dan sedang para pengusung telah berhenti, ia berkata: hai anak muda, aku berkata kepadamu, bangkitlah! Maka bangunlah orang itu dan duduk dan mulai berkata-kata, dan Yesus menyerahkannya kepada ibunya.”

D.      Mukjizat Isa dalam Al-Qur’an

Yesus dalam kepercayaan umat Islam dikenal dengan nama Isa putra Maryam. Isa merupakan salah satu nabi dan rasul yang diutus kepada bangsa Yahudi untuk memperbaiki akhlak dan keimanan mereka yang sudah menjauh dari ajaran Musa.

Sebagai seorang nabi dan rasul, Isa juga diberikan beberapa mukjizat seperti yang dimiliki oleh nabi lain dalam menyampaikan dakwahnya. Adapun mukjizat nabi Isa yang disebutkan dalam Al-Qur’an antara lain:

إِذْ قَالَتِ الْمَلَائِكَةُ يَا مَرْيَمُ إِنَّ اللَّهَ يُبَشِّرُكِ بِكَلِمَةٍ مِنْهُ اسْمُهُ الْمَسِيحُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ وَجِيهًا فِي الدُّنْيَا وَالْآَخِرَةِ وَمِنَ الْمُقَرَّبِينَ وَيُكَلِّمُ النَّاسَ فِي الْمَهْدِ وَكَهْلًا وَمِنَ الصَّالِحِينَ

Artinya: “(Ingatlah), ketika Malaikat berkata: “Hai Maryam, seungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putera yang diciptakan) dengan kalimat(yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah), dan dia berbicara dengan manusia dalam buaian dan ketika sudah dewasa dan dia adalah termasuk orang-orang yang saleh.” (Q.S. Ali Imran ayat 45-46).

إِذْ قَالَ اللَّهُ يَا عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ اذْكُرْ نِعْمَتِي عَلَيْكَ وَعَلَى وَالِدَتِكَ إِذْ أَيَّدْتُكَ بِرُوحِ الْقُدُسِ تُكَلِّمُ النَّاسَ فِي الْمَهْدِ وَكَهْلًا وَإِذْ عَلَّمْتُكَ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَالتَّوْرَاةَ وَالْإِنْجِيلَ وَإِذْ تَخْلُقُ مِنَ الطِّينِ كَهَيْئَةِ الطَّيْرِ بِإِذْنِي فَتَنْفُخُ فِيهَا فَتَكُونُ طَيْرًا بِإِذْنِي وَتُبْرِئُ الْأَكْمَهَ وَالْأَبْرَصَ بِإِذْنِي وَإِذْ تُخْرِجُ الْمَوْتَى بِإِذْنِي وَإِذْ كَفَفْتُ بَنِي إِسْرَائِيلَ عَنْكَ إِذْ جِئْتَهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ فَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْهُمْ إِنْ هَذَا إِلَّا سِحْرٌ مُبِينٌ

Artinya: “(Ingatlah), ketika Allah mengatakan: “Hai Isa putra Maryam, ingatlah nikmat-Ku kepadamu dan kepada ibumu di waktu Aku menguatkan kamu dengan ruhul qudus. Kamu dapat berbicara dengan manusia di waktu masih dalam buaian dan sesudah dewasa; dan (ingatlah) di waktu Aku mengajar kamu menulis, hikmah, Taurat dan Injil, dan (ingatlah pula) diwaktu kamu membentuk dari tanah (suatu bentuk) yang berupa burung dengan ijin-Ku, kemudian kamu meniup kepadanya, lalu bentuk itu menjadi burung (yang sebenarnya) dengan seizin-Ku. Dan (ingatlah) di waktu kamu menyembuhkan orang yang buta sejak dalam kandungan ibu dan orang yang berpenyakit sopak dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu kamu mengeluarkan orang mati dari kubur (menjadi hidup) dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu Aku menghalangi Bani Israil (dari keinginan mereka membunuh kamu) di kala kamu mengemukakan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, lalu orang-orang kafir diantara mereka berkata: “Ini tidak lain melainkan sihir yang nyata.” (Q.S. Al-Maidah ayat 110).

وَرَسُولًا إِلَى بَنِي إِسْرَائِيلَ أَنِّي قَدْ جِئْتُكُمْ بِآَيَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ أَنِّي أَخْلُقُ لَكُمْ مِنَ الطِّينِ كَهَيْئَةِ الطَّيْرِ فَأَنْفُخُ فِيهِ فَيَكُونُ طَيْرًا بِإِذْنِ اللَّهِ وَأُبْرِئُ الْأَكْمَهَ وَالْأَبْرَصَ وَأُحْيِي الْمَوْتَى بِإِذْنِ اللَّهِ وَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا تَأْكُلُونَ وَمَا تَدَّخِرُونَ فِي بُيُوتِكُمْ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآَيَةً لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

Artinya: “Dan (sebagai) Rasul kepada Bani Israil (yang berkata kepada mereka): “Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan membawa sesuatu tanda (mukjizat) dari Tuhanmu, yaitu aku membuat untuk kamu dari tanah berbentuk burung; kemudian aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan seizin Allah; dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahirnya dan orang yang berpenyakit sopak; dan aku menghidupkan orang mati dengan seizin Allah; dan aku kabarkan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu adalah suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu sungguh-sungguh beriman.” (Q.S. Ali Imran ayat 49).

Dalam ayat di atas diterangkan beberapa mukjizat yang dimiliki oleh Isa putra Maryam. Diantaranya adalah berbicara di waktu kecil, membuat burung dari tanah, menyembuhkan orang buta serta menghidupkan orang yang mati dengan seizin Allah.

E.       Analisis Tentang Mukjizat dalam Bible dan Qur’an

Kata Mukjizat berasal dari bahasa arab A’jaza (أعجز) yang berarti melemahkan.[46] Menurut kamus besar Purwo Darminto mukjizat adalah kejadian luar biasa yang tidak bisa dijangkau oleh manusia. Sedangkan menurut jumhur ulama mukjizat adalah kemampuan yang luar biasa yang dimiliki oleh para Nabi untuk melemahkan orang-orang yang meragukannya.[47]

Mukjizat dalam Bible

Mukjizat yang diceritakan dalam bible termasuk yang paling banyak dan paling istimewa diantara mukjizat yang diberikan kepada nabi-nabi lain. Yesus memiliki banyak sekali keistimewaan yang sulit dicerna akal manusia.

Yesus diberikan tanda-tanda berupa mukjizat bukan untuk memenuhi kepuasan dan kenikmatan pibadinya, melainkan sebagai bukti kemuliaan Tuhan dan untuk menggenapi misi Allah di dunia ini. Mukjizat hanyalah sebagai tanda atas kehendak Allah di dunia ini.[48]

Penulis sependapat dengan pemahaman bahwa mukjizat yang diperlihat Yesus adalah sebagai bukti kebenaran dakwahnya agar manusia kembali memuliakan Allah dan semakin taat beribadah kepadanya. Sebagai mana yang tercantum dalam Injil Lukas pada pembahasan sebelumnya, setelah Yesus menunjukkan mukjizatnya, orang-orang yang merasakan dan menyaksikan mukjizat itu langsung memuliakan nama Allah dan kembali kepada keimanannya.

Yesus dikenal sebagai seorang agamawan dan juga filosof. Di sisi lain ia juga dikenal sebagai seorang sosiolog yang mendobrak tatanan tradisi Yahudi yang membedakan antara bangsa Yahudi dengan bangsa lainnya. Dengan adanya mukjizat yang diberikan kepadanya, Yesus dengan mudah menunjukkan kepada bangsa Yahudi bahwa apa yang disampaikannya adalah benar dan berharap semoga mereka mendapatkan kesadaran serta kembali mematuhi ajaran-ajaran Tuhannya.

Akan tetapi klaim tentang Yesus sebagai Tuhan masih patut dipertanyakan. Jika benar Yesus dalam Bible adalah Isa dalam Al-Qur’an, maka Al-Qur’an menerangkan kesaksian Isa bahwa ia tidak berniat untuk menjadi Tuhan.

وَإِذْ قَالَ اللَّهُ يَا عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ أَأَنْتَ قُلْتَ لِلنَّاسِ اتَّخِذُونِي وَأُمِّيَ إِلَهَيْنِ مِنْ دُونِ اللَّهِ قَالَ سُبْحَانَكَ مَا يَكُونُ لِي أَنْ أَقُولَ مَا لَيْسَ لِي بِحَقٍّ إِنْ كُنْتُ قُلْتُهُ فَقَدْ عَلِمْتَهُ تَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِي وَلَا أَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِكَ إِنَّكَ أَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ

Artinya: “Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: “Hai Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: “Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?.” Isa menjawab: “Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakan maka tentulah Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib-ghaib.” (Q.S. Al-Maidah ayat 116).

Mukjizat dalam Al-Qur’an

Mukjizat nabi Isa berbicara di waktu buaian adalah sebuah mukjizat yang diberikan Allah agar tidak terjadi fitnah terhadap Maryam yang melahirkan anak tanpa bersuami. Abu Ja’far berkata: “berbicara pada ayat tersebut maksudnya adalah Allah menerangkan tentang keadaan Isa putra Maryam.[49]

Dalam sebuah riwayat dari golongan Syi’ah diterangkan:

“Dari Wahabi al-Yamani, ia berkata: “Orang-Orang Yahudi menanyakan sebuah pertanyaan kepada Muhammad: ‘Wahai Muhammad, Apakah dalam Ummul Kitab engkau telah menjadi seorang nabi sebelum engkau dilahirkan?’ Beliau menjawab: ‘benar’. Yahudi itu berkata: ‘Dan apakah sahabat-sahabat engkau yang beriman ini telah bersamamu sebelum mereka diciptakan?’ Beliau menjawab: ‘Benar’. Yahudi itu berkata: ‘Mengapa engkau tidak  berbicara dengan hikmah ketika dilahirkan oleh ibumu seperti halnya Isa putra Maryam, dan bukankah engkau telah menjadi nabi sebelum hal itu terjadi?’ Nabi saw bersabda: ‘Sesungguhnya keadaanku dan Isa putra Maryam itu berbeda. Isa diciptakan Allah dari seorang ibu tanpa bayah seperti Adam diciptakan tanpa ibu dan ayah. Jika saja Isa tidak berbicara ketika ia baru saja dilahirkan, ibunya tidak memiliki pengecualian dari sunnahnya manusia karena ia melahirkannya tanpa adanya seorang ayah, dan orang akan menuduhnya telah hamil diluar nikah. Oleh karena itu, Allah membuat Isa berbicara sebagai pengecualian bagi ibunya”.[50]

Dari riwayat diatas dapat diketahui bahwa mukjizat Nabi Isa berbicara di waktu bayi adalah perlindungan yang diberikan Allah kepada Maryam agar ia tidak terkena fitnah dan hukuman dari masyarakatnya.

Ketika Maryam baru saja melahirkan Isa, ia merasa susah hati dan takut menghadap kaumnya yang akan bertanya-tanya tentang bayi yang baru dilahirkannya. Ketika orang-orang Yahudi memojokkan Maryam dan menuduhnya berzina, Isa yang masih bayi menjawab dengan lantang seperti yang diceritakan dalam surah Maryam ayat 30-33. Hal tersebut membuat para imam dan tokoh-tokoh Yahudi terdiam dan tidak bisa berbuat apa-apa.[51]

Adapun mukjizat Isa menciptakan burung dari tanah liat adalah sebuah bukti nyata dari Allah dan perumpamaan ketika Allah menciptakan Adam dari tanah juga. Semua itu terjadi karena kehendak Tuhan semesta alam, Isa hanya seorang perantara, seorang Nabi yang diutus kepada kaumnya untuk memperjelas ajaran yang telah dilupakan oleh Bani Israil.

Sedangkan mukjizatnya yang lain telah diceritakan secara jelas dalam Bible. Ketika Isa menunjukkan mukjizatnya kepada manusia, maka mereka kembali memuji Allah dan kembali kepada ajaran yang sebenarnya.

F.       Kesimpulan

Mukjizat Yesus dalam Bible dan Mukjizat Isa dalam Al-Qur’an tidak mengandung perbedaan. Al-Qur’an menceritakan yang umum dan lengkap dari masa kehamilan hingga masa kematiannya, sedangkan Bible hanya menceritakan dari masa kerasulannya.

Hal ini disebabkan Bible ditulis oleh manusia yang merupakan pengikut Isa sejak ia melaksanakan dakwahnya seusai bermunajat di sebuah gunung, sedangkan Al-Qur’an mengulang kembali apa yang ada dalam Taurat dan menceritakan kehidupan Isa sejak ia belum dilahirkan.

DAFTAR PUSTAKA

Al-Qur’an dan Terjemahan (Bandung: J-Art, 2004)

Alkitab Perjanjian Baru (Jakarta: LAI, 2001)

Urantia Book (Chicago: Urantia Foundation, 1999)

Anderson, Leith, Jesus (Michigan: Bethany House, 2005)

Bahjat, Ahmat, Nabi-nabi Allah (Jakarta: Qisthi Press, 2008)

Marjan, Muhammad Majdi, Isa: Manusia Apa Bukan? (Jakarta: Gema Insani Press, 2001)

Muhammad bin Jarir bin Yazid bin Katsir bin Ghalib, Jami’ al-Bayan fi Ta’wil al-Qur’an (Kairo: Muassasah ar-Risalah, 2000)

Qa’im, Mahdi Muntazir, Jesus Through Shi’ite Narrations (Iran: Ansariyan Publications, 2004)

Tim Kashiko, Kamus Arab-Indonesia (Surabaya: Kashiko, 2000)

http://www.sarjanaku.com/2010/10/pengertian-mukjizat.html

http://alkitab.sabda.org/resource.php?res=jpz&topic=316


[1] Buku yang ditulis dari hasil percakapan dengan makhluk non-manusia yang membahas secara lengkap tentang alam semesta dan kehidupan Yesus. Oleh karena itu, tidak ada satu orangpun yang berani mengklaim dirinya sebagai penulis dari buku ini.

[2] Lihat Michael Hart, 100 Tokoh Paling Berpengaruh Dalam Sejarah.

[3] Leith Anderson, Jesus (Michigan: Bethany House, 2005), hlm. 9.

[4] Lihat Urantia Book (Chicago: Urantia Foundation, 1999), hlm. 1351.

[5] Urantia Book, hlm. 1352.

[6] Urantia Book, hlm. 1354.

[7] Urantia Book, hlm. 1356-1357.

[8] Urantia Book, hlm. 1357.

[9] Urantia Book, hlm. 1358.

[10] Urantia Book, hlm. 1360.

[11] Urantia Book, hlm. 1360.

[12] Urantia Book, hlm. 1362. Untuk sejarah kehidupan sekolah Yesus, bisa dibaca secara panjang lebar di buku ini pada halaman 1361-1364.

[13] Urantia Book, hlm. 1364.

[14] Urantia Book, hlm. 1365.

[15] Urantia Book, hlm. 1366-1367.

[16] Urantia Book, hlm. 1368-1369.

[17] Urantia Book, hlm. 1370-1371.

[18] Urantia Book, hlm. 1372.

[19] Urantia Book, hlm. 1374.

[20] Urantia Book, hlm. 1374.

[21] Urantia Book, hlm. 1378.

[22] Urantia Book, hlm. 1378.

[23] Urantia Book, hlm. 1379.

[24] Urantia Book, hlm. 1387.

[25] Urantia Book, hlm. 1389.

[26] Urantia Book, hlm. 1398.

[27] Urantia Book, hlm. 1396-1398.

[28] Urantia Book, hlm. 1399-1400.

[29] Urantia Book, hlm. 1401-1403.

[30] Urantia Book, hlm. 1404-1406.

[31] Urantia Book, hlm. 1407-1409.

[32] Urantia Book, hlm. 1410.

[33] Urantia Book, hlm. 1411-1412.

[34] Urantia Book, hlm. 1413-1414.

[35] Urantia Book, hlm. 1415-1416.

[36] Urantia Book, hlm. 1418.

[37] Urantia Book, hlm. 1419-1421.

[38] Urantia Book, hlm. 1421-1423.

[39] Urantia Book, hlm. 1427.

[40] Urantia Book, hlm. 1483-1491.

[41] Urantia Book, hlm. 1492-1504.

[42] Sebenarnya masih banyak hal-hal yang terkait dengan kehidupan Yesus yang tidak termasuk dalam pembahasan ini. Untuk pembahasan lebih lengkapnya silahkan lihat Urantia Book, hlm. 1332-2057.

[43] Muhammad Majdi Marjan, Isa: Manusia Apa Bukan? (Jakarta: Gema Insani Press, 2001), hlm. 76.

[44] Muhammad Majdi Marjan, Isa: Manusia Apa Bukan?, hlm. 76.

[45] Muhammad Majdi Marjan, Isa: Manusia Apa Bukan?, hlm. 77.

[46] Tim Kashiko, Kamus Arab-Indonesia (Surabaya: Kashiko, 2000), hlm. 412.

[47] http://www.sarjanaku.com/2010/10/pengertian-mukjizat.html, diakses tanggal 25 Januari 2013 jam 02.00.

[48]http://alkitab.sabda.org/resource.php?res=jpz&topic=316, diakses tanggal 25 Januari 2013 jam 02.15.

[49] Lihat Muhammad bin Jarir bin Yazid bin Katsir bin Ghalib, Jami’ al-Bayan fi Ta’wil al-Qur’an (Kairo: Muassasah ar-Risalah, 2000), Juz 6, hlm. 416.

[50] Mahdi Muntazir Qa’im, Jesus Through Shi’ite Narrations (Iran: Ansariyan Publications, 2004), hlm. 46-47.

[51] Ahmat Bahjat, Nabi-nabi Allah (Jakarta: Qisthi Press, 2008), hlm. 452.

One response to “Mukjizat Yesus Dalam Bible dan Isa Dalam Al-Qur’an

  1. yah itulah islam sudah jelas2 banyak berbicara tentang yesus sampai menganggap allquran diturunkan dari allah secara langsung tapi apa yang salah dari islam sampe tertutup pikirannya selama berabat-abat sehingga hanya mengganggap yesus hanya seorang nabi tidak seperti ajaran kekristenan meskipun ditulis oleh para rasul yang manusia biasa tapi sudah secara garis besar mengerti allah tritunggal dan yesus adalah jelmaan Allah menjasi manusia. memang sulit diterima bagi yahudi dan islam yang mengganggap allah itu satu tanpa penjabaran karakter Allah dalam 3 fungsi? padahal Alquran selalu mewahyukan sesuatu selalu memakai kata kami yang berarti oknum jamak?. memang benar pada waktunya semua lidah akan mengaku dan semua lutut akan bertelut dan mengaku bahwa yesus adalah tuhan atas alam semesta ciptaannya dan mau tidak mau kita akan melihat dan memandang dia sebagai bapa pencipta kita dan raja kita dan bukan hanya srendah seorang “nabi”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s