Memori 9

Sudah 3 tahun lamanya semenjak kisah cintaku berakhir. Kala itu aku sudah berjuang semampuku untuk mempertahankan hubungan yang telah kandas. Setelah putus pada akhir Februari 2011, aku berusaha untuk mengajaknya kembali membina hubungan dari awal lagi. Selama 6 bulan berikutnya aku terus menerus berharap padanya untuk kembali padaku karena pada saat itu ku rasakan aku tidak memiliki semangat hidup jika tidak bersamanya. Selama 6 bulan itu juga aku hidup bagaikan zombie, tubuh yang berjalan tanpa ada pikiran yang mengontrol. Dalam pikiranku hanya ada bayangan dia orang yang kucintai, di setiap tempat aku berhalusinasi seolah-olah orang yang lewat dihadapanku adalah dia.

Pada saat itu juga aku merasakan dan mengetahui penyebab orang ingin bunuh diri ketika patah hati atau putus cinta. Memang benar pada masa-masa itu kehidupan terasa sangat suram, sel-sel tubuh tidak berfungsi dengan normal, detak jantung tidak beraturan menyebabkan aliran darah ke saraf otak menjadi kacau dan membuat kesulitan berpikir hingga menimbulkan berbagai halusinasi, aura muda hilang hingga tampak 10 tahun lebih tua, pikiran-pikiran yang muncul mengarah pada berakhirnya kehidupan. Ketika melihat pisau muncul pikiran “kayaknya enak nih menyayat tubuh”, ketika melihat tali muncul pikiran “kayaknya enak gantung diri”. Yang paling ekstrim adalah ketika aku dan temanku bersantai di pelabuhan, aku berdiri di atas pagar pembatas sambil menggerakkan tubuhku kesana kemari dengan pikiran “kayaknya enak melompat ke laut nih”. Melihat kejadian tersebut temanku langsung bergegas menarikku turun dan berkata “sabar, jangan bunuh diri”.

Sudah 2,5 tahun lamanya sejak terakhir aku berharap bisa memiliki orang kucintai. Perjuanganku selama 6 bulan berakhir ketika aku berkunjung ke rumahnya untuk mengambil kembali barang yang pernah ku titipkan padanya, barang yang ku sulap menjadi sesuatu yang menandai hubungan kami. Harapanku pun kandas pada malam itu ketika aku berpamitan padanya dan disambut dengan tatapan yang paling ku benci dalam hidup ini. Untuk pertama kalinya dalam hidupku aku ditatap oleh seseorang seperti sampah dan najis yang harus disingkirkan dengan segera. Pada saat itu pula aku mengucapkan selamat tinggal yang sebenarnya pada orang yang tidak pernah ingin ku tinggalkan. Hal ini juga berarti aku tidak akan pernah kembali padanya apapun yang terjadi kecuali jika Tuhan berkehendak lain, karena dalam prinsip hidupku “sekali aku meninggalkan seseorang, takkan mungkin aku kembali padanya”.

Yah, tidak ada alasan bagi kami untuk kembali membina hubungan yang telah hancur. Trauma yang mendalam sangat membekas dalam hati dan pikiran kami, menyisakan sakit dan perih serta penderitaan yang tiada akhir ketika kami bertemu. Aku juga tidak ingin menyalahkan siapa-siapa dalam hal ini, semua terjadi sesuai dengan prediksi yang ada dalam pikiranku ketika kami mulai menjalin hubungan ini 2 tahun sebelumnya, walaupun resikonya diluar dugaanku. Akan tetapi aku tetap bersyukur karena pengetahuan yang ku dapatkan sangat berarti dalam kehidupanku selanjutnya, banyak percobaan yang ku lakukan ketika bersamanya dan sedikit demi sedikit aku mengetahui dimana batas kemampuanku sebenarnya sebagai seorang manusia.

Setelah memutuskan untuk meninggalkan masa lalu, aku mencoba mengobati rasa sakit yang perlahan meninggalkan hati dan pikiranku. Butuh waktu 3 hari untuk mengobati rasa sakit karena ditinggalkan, disisi lain butuh waktu 3 tahun untuk menghilangkan trauma dan penderitaan serta kenangan masa lalu yang menyesakkan. Pada saat itu aku menyadari bahwa cinta yang sebenarnya bukanlah sesuatu yang mudah didapatkan dan mudah ditinggalkan, hal tersebut membutuhkan perjuangan yang keras dan mental yang kuat agar bisa terjaga dengan baik.

Cinta yang sebenarnya, jantung berdetak kencang ketika bertemu dengannya, wajah memerah ketika berdekatan dengannyabanyak hal yang ingin diungkapkan tetapi mulut tak bisa berkata apa-apagugup dan bingung ketika bersamanya, hati dan pikiran tidak terpengaruh oleh hal lain selain dirinya, serta rasa malu yang tak tertahankan ketika bertatapan atau bersentuhan dengannya. Tanda-tanda ini merupakan hal-hal yang akan terjadi ketika seseorang jatuh cinta sekaligus merupakan bukti apakah kita sedang jatuh cinta atau hanya sekedar suka dan sayang saja. Di sisi lain, cemburu merupakan tanda praktis ketika sedang jatuh cinta. Karena pada dasarnya cinta itu selalu ingin memiliki dan tidak ingin kehilangan, ia akan berontak ketika muncul keadaan-keadaan yang berpotensi untuk menjauhkan dirinya dari orang yang dicintainya.

Berbagai cara ku lakukan untuk melupakannya, mulai dari tehnik melepas kesadaran hingga tehnik menghapus memori. Dua tehnik tersebut merupakan tehnik yang sangat ampuh untuk melupakan seseorang dan biasa ku gunakan ketika ingin meninggalkan seseorang. Akan tetapi entah kenapa, kedua tehnik tersebut tidak berfungsi dengan baik sebagaimana mestinya. Tehnik melepas kesadaran hanya mampu bekerja sesaat, berbeda dari biasanya yang mampu menghilangkan segala bentuk halusinasi dan bayangan seseorang. Begitu juga tehnik menghapus memori yang merupakan tahap lanjut dari tehnik sebelumnya, hanya bisa menyegel kenangan-kenangan tentang dia, berbeda dari biasanya yang mampu menghapus segala kenangan tentang seseorang agar tidak muncul lagi dalam pikiran. Pada akhirnya, dengan segala kemampuan yang ku dapatkan di akhir harapanku, aku mereset hati dan pikiran dengan paksa. Hal ini tentu saja mengurangi energi kehidupan manusia dan menimbulkan rasa sakit yang tiada terkira yang membuatku menangis semalaman. Di sisi lain, hal tersebut juga menghapus berbagai kenangan lain di masa lalu hingga ketika suatu waktu aku bertemu dengan seseorang, aku sudah lupa siapa dia dan dimana kami pernah bertemu, hanya ada perasaan familiar ketika melihatnya.

Kini setelah 3 tahun berlalu, aku mulai menikmati hidup yang indah lagi. Tidak ada kenangan, tidak ada sakit hati, tidak ada penderitaan, yang ada hanyalah bagaimana menjalani hidup dengan nyaman dan terus belajar menjadi pribadi yang lebih baik. Harapanku ke depannya adalah menunaikan kewajibanku pada orang tua, mendapatkan pekerjaan yang baik dan hidup sederhana, serta menikah dan hidup bersama orang yang bisa menerimaku apa adanya, menciptakan keluarga yang berkualitas yang terbebas dari doktrin-doktrin manusia yang menyesatkan. Tidak ada lagi pacaran, tidak ada lagi suka-sukaan, tidak ada lagi rayuan dan gombal, yang ada hanyalah kejujuran ketika bersama seseorang yang ku pilih sebagai pendamping hidup.

Sebagai penutup memori ini, aku ingin menyampaikan kepada semua orang yang membaca cerita hidupku tentang beberapa hal:

  1. Jangan pernah jatuh cinta jika takut sakit hati.
  2. Jangan pernah berharap jika takut menderita.
  3. Jangan pernah bergantung pada manusia karena suatu saat anda pasti akan ditinggalkan, baik karena kematian ataupun sebab lainnya.
  4. Tidak ada yang pasti di dunia ini, seiring berjalannya waktu apapun bisa terjadi.
  5. Utamakan kejujuran dalam berhubungan, karena kejujuran membuat anda terhindar dari berbagai prasangka.
  6. Nilailah seseorang dari kekurangannya, dengan begitu anda akan bisa menerima dia apa adanya.
  7. Jangan pernah putus asa, karena seseorang di suatu tempat tercipta untuk anda (someone, somewhere, is made for you).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s