Keseimbangan dalam kehidupan

Keseimbangan yang lebih dikenal dengan konsep keadilan dalam kehidupan adalah terjadinya take and give antara satu pihak dengan pihak lain yang saling berhubungan. Konsep ini juga menimbulkan pepatah yang terkenal dari berbagai kebudayaan dengan berbagai bahasa pengungkapan. Para pembaca tentu sangat kenal dengan ungkapan “apa yang kamu tanam, itulah yang kamu tuai”, ungkapan ini ada di berbagai belahan dunia baik itu menggunakan bahasa global seperti bahasa inggris atau arab maupun menggunakan bahasa lokal.

Disisi lain, konsep keseimbangan atau keadilan juga memunculkan hukum alam yang dikenal dengan sebutan kausalitas. Kausalitas atau hukum sebab akibat menerangkan bahwa setiap sesuatu yang terjadi di dunia ini selalu ada sebabnya. Jika tidak ada sebab maka tidak ada akibat, jika keduanya tidak ada maka proses juga menjadi sirna. Sedangkan peristiwa atau kejadian yang terjadi dalam kehidupan selalu memiliki proses, tidak ada satupun yang mampu melewati proses tersebut. Hanya saja dalam beberapa kasus, kemampuan manusia tidak sanggup memahami proses dari sesuatu yang terjadi.

Ketika ingin memahami keseimbangan dalam kehidupan, maka kita harus mengkaji lebih dalam tentang hubungan manusia. Kenapa harus manusia? Seperti yang diungkapkan Descartes dalam bukunya “Meditation on Philosophy”, alam semesta dengan segala kemegahan dan rahasianya bekerja secara otomatis dibawah pengawasan sosok yang tidak terjangkau oleh akal manusia. Lalu dimana letak keistimewaan manusia? Manusia memiliki akal yang sempurna, kemampuan berpikir yang dinamis hingga diberikan tanggung jawab mengelola planet ini.

Hubungan antar manusia dengan kemampuan akal yang dinamis menjadi hal yang menarik untuk dibahas. Keseimbangan dalam interaksi antara 1 orang dengan orang lain menciptakan pola yang dinamis dan menjadi pemicu kausalitas yang paling sering. Banyak hal entah yang baik atau yang buruk terjadi dalam kehidupan ini sebagai akibat dari interaksi antara manusia dengan sekitarnya. Pola pikir yang dinamis dari akal yang dinamis menjadikan manusia sebagai tersangka utama dari berbagai hal yang terjadi.

Sebagai contoh, kita bisa melihat terjadinya banjir di berbagai daerah. Munculnya peristiwa adalah akibat dari suatu sebab, entah itu pemikiran ataupun tindakan. Sebab dari terjadinya banjir adalah banyaknya pohon-pohon yang ditebang untuk dijadikan tempat bagi kepentingan manusia. Pohon adalah salah satu makhluk yang bekerja secara otomatis untuk menyerap air yang lewat dan meresap di sekitarnya. Jika penyerap air tidak ada maka air akan menggenang dengan volume yang semakin tinggi hingga menyebabkan banjir. Lantas apa hubungannya dengan interaksi manusia? Kebutuhan manusia akan tempat tinggal menyebabkan mereka mengolah alam sekitarnya. Jika satu orang mendapatkan tempat untuk dihuni maka yang lain akan datang untuk memenuhi kebutuhannya. Disinilah terjadi interaksi untuk membangun tempat tinggal secara berkelompok. Kemudian manusia mengenal hubungan antar sesama untuk menyelesaikan suatu pekerjaan bersama yang dikenal dengan sebutan kerja sama. Pola interaksi yang dinamis menyebabkan manusia memiliki kepentingan dalam memenuhi kebutuhannya. Hal inilah yang kemudian meracuni manusia untuk melakukan sesuatu yang melebihi kebutuhannya seperti penebangan liar agar kayunya bisa dijual sehingga bisa memperoleh dana yang besar. Contoh lain adalah membuka lahan dengan cara membakar. Hal ini dilakukan untuk mengurangi dana pengeluaran sehingga dana yang masuk menjadi lebih besar . Pola pikir yang dinamis ini menjerumuskan manusia pada pemenuhan kebutuhan secara berlebihan yang dikenal dengan sebutan keserakahan. Oleh karena itu dalam agama dikenal konsep bersyukur, yaitu memenuhi kebutuhan tidak berlebihan, secukupnya saja.

Kembali pada keseimbangan dalam kehidupan, manusia sebagai makhluk sosial memiliki kebutuhan sosial yaitu berinteraksi satu sama lain. Dalam interaksi ini, manusia dituntut untuk mengenal satu sama lain. Dalam pengenalan terjadi pemahaman sehingga bisa mengetahui kebutuhan satu sama lain. Dari pengetahuan tersebut manusia mulai menemukan cara untuk bergaul dengan sesamanya. Pola pergaulan yang baik adalah saling mengisi satu sama lain, hal inilah yang kemudian menciptakan keseimbangan dalam kehidupan dengan cara pemenuhan kebutuhan antara satu dengan yang lain.

Lalu apa inti dari keseimbangan ini? Intinya terdapat pada saling memenuhi satu sama lain. Jika kebutuhan satu orang tidak terpenuhi sementara yang lain menuntut kebutuhannya dipenuhi, maka terjadilah ketidakseimbangan yang memicu konflik antara 2 pihak. Oleh karena itu, para ahli memberikan solusi dalam mencegah konflik antar manusia dengan mengenalkan konsep take and give. Kita menerima sesuatu dari seseorang, maka kita harus memberikan yang setara kepada orang tersebut.

Contoh paling kecil bisa kita lihat pada hubungan berpasangan dimana terjadi interaksi antar 2 orang. Interaksi ini bukanlah hal yang mudah karena semua pihak berusaha untuk mengenal dan mengisi satu sama lain. Dalam interaksi yang menggunakan perasaan, muncul tuntutan untuk memenuhi kebutuhan satu sama lain baik itu kebutuhan fisik maupun kebutuhan psikis. Pemberian materi berupa pangan sandang dan papan merupakan pemenuhan fisik. Disisi lain kebutuhan psikis berupa perhatian dan kasih sayang juga menjadi tuntutan wajib. Jika terdapat ketidakseimbangan dalam pemenuhan kebutuhan tersebut, maka salah satu pihak akan merasa terabaikan dan akan menjadi titik salah yg akan terus menumpuk hingga menjadi beban dan pemicu terjadinya perpisahan.

Oleh karena itu, keseimbangan harus terus terjaga dalam interaksi antar manusia. Pemenuhan hak yang didapat (take) dan pelaksanaan kewajiban (give) yang setara dengan hak yang didapat adalah keharusan dalam menjaga hubungan satu sama lain. Keseimbangan ini juga mencegah terjadinya konflik sehingga manusia akan mendapatkan tujuan utamanya dalam hidup yaitu kebahagiaan yang terwujud dari terpenuhinya segala kebutuhan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s